Seperti biasa, pagi-pagi Namira sudah sibuk. Aku berinisiatif membantunya. Kalau biasanya dia menyelesaikan semuanya, dan aku hanya mengurus diriku sendiri, hari ini aku ingin memulai hari yang berbeda. "Kak, mandi sama ayah ya!" tawarku pada si sulung yang sedang main di ruang tengah. Dia akan dimandikan setelah Namira selesai menyiapkan sarapan. "Hore! Mandi sama ayah!" Tak perlu menunggu lama, Dafa sudah berlari meninggalkan mainannya. "Ndi...Yah!" Tengah memandikan Dafa pintu kamar mandi ada yang menggedor-gedor. Suara bayi terdengar berterika-teriak dari luar. "Adik mau mandi juga itu sama ayah!" ujar Dafa yang badannya sedang aku sabuni itu menyahut. "Iya, gantian habis ini," sahutku. Tapi, suara di depan pintu tak juga berhenti, hingga kudengar Namira membujuk. "Nah, k

