Menunggu Reno

1028 Kata

Happy reading "Sayang, jadwal dinasku dipangkas. Aku pulang besok pagi." Laras hampir tidak bisa memejamkan mata. Rasa mulas yang biasanya karena kontraksi palsu, kini berganti menjadi debaran antusias. "Mas Reno mau pulang cepat, alhmdulillah." Keesokan harinya. Pukul sepuluh pagi, sebuah taksi berhenti di depan rumah. Reno turun dengan kemeja putih yang masih melekat, tampak sedikit lebih kurus namun matanya berbinar. Saat gerbang dibuka, Laras tidak bisa lagi menahan langkahnya. Ia berlari kecil dengan perut buncitnya, membuat Reno panik sekaligus terharu. "Eh, pelan-pelan, Sayang! Hati-hati dedeknya," seru Reno sambil merentangkan tangan lebar-lebar. Begitu mereka berpelukan, Laras menghirup dalam-dalam aroma tubuh Reno. Aroma campuran parfum yang sudah memudar, bau pesawat, da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN