Happy reading Laras mengelus perutnya yang mulai membuncit, menatap pantulan dirinya di cermin lemari yang sedikit buram. Di luar, hujan turun rintik-rintik, membawa aroma tanah basah yang tiba-tiba memicu sesuatu dalam dirinya. Bukan aroma tanahnya yang ia inginkan, melainkan martabak telur bebek dengan kuah cuka yang sangat asam. Ia menoleh ke arah bantal di sebelahnya. Kosong. Hanya ada guling yang dingin. Sampai saat ini, suaminya Reno belum pulang dari luar negeri. Rasanya begitu hampa bagi Laras, sendiri menahan rindu dan juga rasa ingin disayang seperti layaknya seorang istri yang sedang mengalami masa mengidam diusia kehamilan. "Sabar ya, Nak," bisiknya pelan. Ia mencoba memejamkan mata, berharap rasa ingin itu menguap dibawa mimpi. Namun, bayangan telur bebek yang gurih dan

