Happy reading. Semburat jingga di langit sore Jakarta mulai meredup, menyisakan lampu-lampu kota yang mulai menyala satu per satu. Di sebuah taman bermain yang sudah sepi, Raditya berdiri memperhatikan Arka, bocah laki-laki berusia lima tahun yang sedang asyik membereskan mainan pasirnya ke dalam ember plastik kecil. Di samping Raditya, Laras duduk di bangku taman. Wajahnya tampak tenang, namun ada keletihan yang tersirat di matanya, keletihan seorang ibu tunggal yang selama ini memikul dunia sendirian. Raditya menarik napas panjang. Ia tahu, ini bukan sekadar tentang perasaan suka, melainkan tentang komitmen seumur hidup. Ia menoleh ke arah Laras, lalu berdeham pelan untuk memecah keheningan. "Laras," panggil Raditya lembut. Laras menoleh, memberikan senyum tipis yang selalu berhasil
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


