20. Perbincangan Menyedihkan

1830 Kata

“Kenangan ada untuk dijadikan pelajaran. Pahitnya kita lupakan dan manisnya kita abadikan.” ➖➖➖➖➖ "Jangan pernah menuduh orang tuaku!!" tekan Hikmah pada Hans yang kini mencengkram bahunya keras. "Gue enggak nuduh, emang itu yang terjadi, tuh!" elak Hans. Matanya menatap tajam pada Hikmah yang entah mendapat keberanian dari mana sekarang ini. Tubuhnya saja bahkan belum pulih sepenuhnya. "Kamu menuduh orang tuaku! Kamu mau hubunganku sama orang tuaku retak, kan?!!" balas Hikmah keras. "Apa kurang kamu melihatku menderita? Kurang, iya?! Menikah dengan kamu saja sudah cukup untuk menghancurkan hidupku dan sekarang kamu mau menghancurkan hubunganku dan orang tuaku?!" "Enggak ada gunanya gue ngelakuin itu semua!!" elak Hans. Jangan sampai Hikmah mengetahui niat buruknya. "Lagian hidu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN