Padam

1128 Kata

Sang matahari padam ditelan kabut hitam. Gulungan awan mendung tampak di ujung sebelah barat kekaisaran. Begitu kelam dan mencekam. Angin menghempas butiran debu. Hanyut entah kemana. Seolah bumi tahu. Satu diantara makhluknya telah berpulang. "Berita duka!" "Berita duka!" "Berita duka!" Seorang pemuda berlarian mengitari area penduduk. Mengabari kabar tak sedap yang datang dari istana. Sambil berderai air mata ia berlari. Mengundang pemilik tiap pintu rumah untuk membukanya. "Kabar duka!" "Sang matahari telah pergi. Pergi ke sisi Dewi Urania." "Sang matahari telah berlayar ke sungai amerta." "Kaisar Ardhan Lionel telah menjumpai peristirahatan terakhirnya," teriak lantang disertai tangisan oleh pemuda itu. Semua orang terkejut. Pagi itu Lionel dibanjiri oleh tangisan. Tangisa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN