BRAK! “Sialan!” Nafas laki-laki itu memburu hebat. Matanya memerah penuh amarah. Emosi benar-benar menelannya saat usaha yang telah ia lakukan justru berakhir gagal. Diliriknya buku lumayan tebal yang sudah tergeletak di lantai. Buku yang tidak terlihat istimewa dengan sampul seadanya itu lah yang menjadi salah satu dalang naiknya emosi Rion. Bagaimana tidak? Dirinya baru saja mengunjungi dewan legislative. Hendak melaporkan kebusukan Agares sekaligus menjalin kerjasama. Namun, alih-alih sesuai harapan, Rion justru harus menelan pil pahit sebab mereka tak mempercayai buku catatan itu adalah milik Agares. Semua itu hanyalah rekayasa. Mereka hanya tidak mau bekerjasama dengan Rion. Sial! Bahkan dewan legislative pun sudah dikuasai Agares. Di kekaisaran ini, lembaga yang memiliki ku

