Kemeriahan memenuhi seisi kota dengan rumbai-rumbai jalanan yang di d******i warna biru dan putih. Bendera-bendera kekaisaran dengan gagahnya berkibar laksana ombak di tengah lautan lepas. Kegembiraan mengisi di tiap-tiap pintu rumah. Anak-anak kecil saling berlarian menuju alun-alun guna merayakan hari bahagia yang hanya datang satu kali dalam setahun. Festival penen, hari di mana orang-orang meyakini Dewi Urania turun ke bumi membawa keberkahan. Menguningnya padi-padian. Melimpahnya buah-buahan dan hasil bumi lainnya. Tak ada kebahagiaan yang lebih layak dibanding hari ini. Karena sang Kaisar akan turun langsung ke alun-alun. Guna memimpin doa. Hanya saja, desas-desus beredar cukup mengombang-ambingkan seisi kekaisaran. Tentang Yang Mulia Ardhan yang tengah terbaring sakit. Hingga akh

