Beberapa jam sebelumnya. Tawa garing terdengar mengisi ruangan. Anggur merah fermentasi dengan tingkat alkohol rendah tersaji di depan pemilik nama. Suasana sehabis hujan memang pantas dijadikan alibi untuk menenggak anggur merah itu. Sebelumnya sang tuan rumah meminta izin kepada tamu yang memiliki pangkat lebih tinggi darinya untuk menyajikan minuman yang membutuhkan izin khusus untuk beredar di kekaisaran. "Ini adalah anggur merah dari desa Herandia. Saya menyiapkan khusus untuk jaga-jaga jika suatu saat saya akan melayani tamu agung. Ternyata hari ini datang juga. Hahaha." Agares dan Rion tidak peduli. Mereka melayangkan tatapan datar. Menjadi Aslan adalah cobaan. Bagaimana tidak? Dua lelaki yang memiliki pangkat tinggi ini saling diam dan menjawab sekenanya jika ditanya. "A-ay

