"A-Agares...." Senora spontan mundur. Reflek tubuhnya tak bisa membohongi bahwasannya ia takut dengan sosok laki-laki itu. "Kau terlihat ketakutan. Santai saja. Ini aku, teman mu yang biasanya." "Tu-Tunggu! Jangan masuk!" cegah Senora saat Agares hendak melangkah maju. "Beri aku alasan kenapa aku tidak boleh masuk." "Ada lebih dari satu alasan kau tidak boleh masuk. Kau sudah melanggar batas Agares!" Terdengar kekehan singkat. "Batas apa Senora ku? Kau lupa tujuan awal hanya karena terlena dengan seorang lelaki...." Agares melangkah maju. "Ingatlah...." Tap "Kau adalah...." Tap "Wanita ku!" desak Agares hingga Senora mundur dan terpaksa berhenti karena terpantuk meja. "A-Aku sudah menikah! Suami ku di luar sana!" "Memangnya kenapa? Itu bukan masalah untuk ku." "Agares! Janga

