Pelaku

1196 Kata

"Umh...." Mata itu mengerjap. Merasakan silau yang didapat dari benda di atasnya. Disisirnya penjuru ruang dan sudut. Ah, rupanya aku berakhir di sini. Batinnya. Senora hendak menggerakkan tubuhnya. Untuk sekedar duduk, karena kepalanya terasa menegang sesaat setelah ia sadar. Namun alih-alih berhasil. Dirinya dibuat tak bergeming dengan sosok Rion yang tengah tertidur dengan memegangi tangannya. Oh lihatlah posisinya itu! Pasti sangat tidak nyaman. Perlahan ia tarik lengannya. Selembut mungkin agar Rion tak terbangun. Ini masih jam tiga pagi, entah sejak kapan Senora tidur. Yang pasti suaminya ini pasti sudah menjaganya sepanjang hari. Dalam sunyinya malam senyum itu mengembang. Mengalahkan keindahan bunga mana pun di seluruh dunia. Senyum yang paling indah adalah saat seseoran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN