“Kalau begitu, kerjasama apa?” Tak pernah terpikirkan dalam benak Delina bahwa laki-laki ini akan menampakkan raut wajah licik seperti ini. Yang Delina tahu, dia adalah laki-laki lurus yang sangat dicintai Senora. “Kau tunangan Putra Mahkota bukan?” “Y-ya….” jawab Delina ragu. Jujur saja, Delina mulai takut dengan Rion. “Sebagai tunangannya, kau memiliki akses lebih luas di istana ini. Aku ingin kau mengambil buku tahunan Putra Mahkota di ruang kerjanya. Kalau tidak salah, dia selalu menyimpannya di brangkas. Itu yang ku tahu dari pelayan. Bagaimana? Kau sanggup?” “U-untuk apa kau menginginkan benda itu?” tanya Delina takut. “Sssst, kau tidak berhak tahu lebih dari ini,” ucap Rion. Siluetnya tampak mengerikan. Berdiri di belakang bulan bersinar. Matanya seolah berbinar dengan dibumbu

