Jantung Senora terasa dipompa lebih cepat dari biasanya. Keringat mulai menghiasi wajah cantik yang tengah terkejut itu. Bohong jika Senora masih bersikap tenang. Rahasianya terbongkar! Rahasia yang ingin ia simpan sampai mati telah diketahui oleh seseorang paling buruk sedunia. “D-Duke R-Rion?” Wajah Senora semakin pucat. Seolah aliran darah mengerti akan sitausi ini dan enggan mengalirkannya. “Ya, kau pikir selama ini Duke Rion mencintai mu? Kau salah, Kakak ku yang bodoh! Dia sama sekali tidak mencintai mu! Dia menikahi mu karena tuntutan. Selebihnya dia tertekan memiliki istri yang sudah dinodai laki-laki lain!” “Ti-tidak, itu tidak mungkin….” rancau Senroa. Percayalah, mati-matian ia menjaga agar genangan air mata ini tak merembas. Nyatanya, ia gagal. Air mata itu luruh begitu

