“Jangan memaksa! Tubuhmu masih sangat lemas untuk perjalanan jauh!” seru seorang gadis yang berusaha menahan pria dengan beberapa selang infus di tangannya. Berkat pemberitaan di televisi dan media-media sosial tentang kematian Aarav, pria yang merupakan sepupunya itu terlihat shock dan bersikeras untuk pergi ke Surabaya untuk melihat Aarav untuk terakhir kalinya. Namun, Sera melarangnya. Kondisi Ziyan belum memungkinkan untuk pergi melayat, apalagi pria itu masih harus mendapatkan perawatan ekstra. Sera tidak ingin ambil risiko mengenai keselamatan calon suaminya. Jujur saja Sera mengerti bagaimana perasaan Ziyan, pria itu pasti cukup terkejut dan terpukul oleh kepergian sepupunya yang terkesan mendadak itu. Akan tetapi, biar bagaimana pun Ziyan tidak bisa pergi sembarangan. Tubuhnya be

