Extra Part: Misi Terakhir

1417 Kata

Bel pulang terdengar nyaring, hampir membuat semua murid di sekolah itu berteriak kegirangan. Terutama dia, gadis dengan rambut yang dikuncir kuda. Dia terlihat mengemasi buku catatan dengan bersemangat, lalu melenggang meninggalkan kelas tanpa beban. "Annelis, mau pergi ke mana?" Suara seseorang terdengar pelan. Memaksa gadis kecil itu untuk menoleh. "Farid, aku ada keperluan di rumah. Tidak bisa ikut eskul hari ini," balasnya dengan senyuman. Dia adalah Farid, rekan satu tim Annelis di eskul drama. Remaja laki-laki itu memang kelihatannya sedang menyimpan perasaan, kentara dari setiap sikap yang dia tunjukkan. Kening Farid mengernyit. "Keperluan apa? Perasaan papamu tidak mengirim surat izin hari ini?" Annelis mengembuskan napas pelan. "Tidak semua hal harus dikatakan 'kan? Ya

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN