Mobil Kevin berhenti di kediaman mewah yang berada di lingkungan cukup elit. Dia turun, disusul Annelis dan Aarav di belakang nya. "Om, ini di mana? Aarav ingin pulang." Remaja laki-laki itu menatap sekeliling dengan kebingungan, pasalnya dia hampir tidak pernah sampai di sini. Dia juga tidak tahu di mana sekarang dia berada. Kevin tersenyum manis, pria itu menunduk dan mengusap rambut Aarav dengan lembut. "Sayang, ini di rumah om dan Annelis. Kamu bisa beristirahat sebentar sambil minum teh. Selama itu om akan menyuruh orang untuk membawa sepeda ini ke bengkel," jelasnya. "Tapi Aarav tidak butuh teh, Om. Aarav harus membantu tante sepulang sekolah. Jika tidak, tante pasti akan marah marah." "Membantu tante?" beo Kevin. "Memang nya apa yang bisa dilakukan anak seusiamu, Aarav?" A

