4

1177 Kata
Di rumah papi Afgan, Masih di teras samping rumah papi Afgan.. "Em, loh sayang kok kamu disini ?", tanya papi Afgan yang terbangun dari tidurnya. "Saya menunggu kamu, tapi kamu belum datang juga ke kamar, lihat sudah jam dua belas lewat kan, sekarang kita pindah ke kamar yuk", jawab mami Titah yang khawatir dengan papi Afgan. "Ya sudah yuk kita tidur", kata papi Afgan. "Iya mas Afgan", sambung Titah. Keesokan harinya, bapak-bapak komplek berhasil menyelesaikan hukumannya masing-masing, kecuali papa Rizky yang harus menyelesaikan hukumannya selama satu bulan penuh. Bapak-bapak juga sudah tidak harus mengerjakan pekerjaan rumah dan juga memasak untuk keluarga lagi, kecuali papa Rizky, bunda Lesti pun meminta ibunya untuk mencabut hukuman untuk papa Rizky, ibunya pun setuju untuk mencabut hukuman yang diberikannya untuk papa Rizky. Sekarang bapak-bapak komplek mengajak keluarga jalan-jalan beserta art atau abdi dalem mereka, sebagai permintaan maaf bapak-bapak komplek. Keesokan harinya.. Masih di rumah papi Afgan, Di kamar papi Afgan dan mami Titah.. "Akhirnya bisa santai juga dan terbebas dari hukuman, sayang sudah selesai belum, kalau sudah selesai yuk kita sarapan ?", tanya papi Afgan. "Sudah kok mas Afgan, memangnya ada acara apa sih mas, tumben Titah disuruh dandan dan pakaian yang seperti ini, rapih maksudnya ?", tanya mami Titah juga. "Ada deh nanti mami juga tau, oh ya papi mau balas grup w******p bapak-bapak dulu ya", jawab papi Afgan. "Iya pi", kata Titah. "Oh ya mi, mami biasanya pakai tas yang mana sih kalau pergi-pergi bersama keluarga kita ?", tanya papi Afgan lagi. "Yang ini pi, yang saya bawa, kenapa ?", tanya mami Titah lagi. "Tidak kenapa-kenapa kok", jawab papi Afgan lagi. "Sekalian belikan tas baru untuk Titah ah, kan besok anniversary pernikahan kami yang ke delapan belas tahun", kata papi Afgan yang mengingat ulang tahun pernikahannya. "Yuk mas Afgan kita sarapan", kata mami Titah. "Yuk", sambung papi Afgan. ** Percakapan bapak-bapak komplek di grup w******p. "Gan, sudah siap belum ?", tanya ayah Ferdi. "Sudah dong, tanya yang lain juga dong sudah siap atau belum, jangan tanya saya saja", jawab papi Afgan. "Kalau saya sih sudah, tinggal tunggu aba-aba saja dari Ferdi nih", kata papa Rizky. "Kok saya sih, Raihan kali", sambung ayah Ferdi. "Bukan saya, tapi Rian, sudah mau lanjut sarapan dulu", kata papa Raihan. "Oke, tunggu aba-aba ya, saya mau sarapan dulu hehe", sambung abi Rian. "Idih belum sarapan, sama dong, hehe", kata papi Afgan. "Sama saja gan, sudah sarapan dulu gih bagi yang belum sarapan hehe", sambung abi Rian. "Siap pak komandan", kata papa Raihan. "Hehe..", papi Afgan hanya tertawa. ** Di meja makan.. "Hem Afgan..", kata kanjeng ibu. "Inggih kanjeng ibu", sambung papi Afgan. "Yang sopan dong, ini kan meja makan, taruh hpnya, kamu chat dengan siapa sih dan kok tumben rapih sekali, mau kemana, tah mau kemana kalian berdua rapih sekali ?", tanya kanjeng ibu. "Titah tidak tau bu, disuruh mas Afgan, Titah tanya juga tadi di kamar, mas Afgan hanya jawab ada deh, gitu", jawab mami Titah. "Afgan tidak chat dengan siapa-siapa kok bu, Afgan chat dengan bapak-bapak komplek saja dan Afgan juga menyuruh Titah menggunakan baju rapih, karena Afgan ingin mengajak kalian sekeluarga jalan-jalan, dan nanti setelah sarapan kalian pakai baju ya, oh ya jo, bagaimana keperluan untuk kita jalan-jalan sudah dimasukkan ke dalam mobil kan ?", tanya papi Afgan. "Sudah tuan papi, kecuali pakaian den mas Kamil dan mbak Citra yang belum masuk", jawab Paijo. "Oh begitu, ya sudah kamu jangan lupa sarapan juga ya", kata papi Afgan. "Kok pakaian segala sih gan, tadi katamu ?", tanya kanjeng ibu dengan heran. "Iya memangnya kamu ingin mengajak kita kemana sih gan ?", tanya kanjeng romo juga. "Kita mau liburan ke bali, hehe", jawab papi Afgan. "Apa..!!, bali mas, serius mas kita sekeluarga mau liburan ke bali ?", tanya mami Titah yang terkejut dan juga senang mendengar jawaban papi Afgan. "Iya mi, ya sudah yuk kita sarapan", jawab papi Afgan lagi. Di rumah ayah Ferdi, Di teras depan rumah ayah Ferdi.. "Assalamu'alaikum", papa Raihan dan keluarga memberikan salam pada ayah Ferdi. "Wa'alaikumussalam", ayah Ferdi menjawab salam dari papa Raihan dan keluarga. "Kok masih sepi di, katanya ngumpul ditempat kamu ?", tanya papa Raihan. "Tidak tau saya, itu dia Rizky", jawab ayah Ferdi. "Oh iya benar, jadi kamu ikut sudah tidak dihukum lagi, hehe", kata papa Raihan. "Hehe", papa Rizky hanya tertawa. "Tinggal Afgan dan Rian doang kan ya yang belum ada disini ?", tanya papa Rizky. "Kata siapa tuh Afgan dan keluarganya", jawab papa Raihan. "Oh iya benar tuh Afgan, komandan kita mana nih", kata papa Rizky. "Tau ya, telepon lah telepon", sambung ayah Ferdi. "Suruh Afgan saja yang telepon komandan kita", kata papa Rizky lagi. "Setuju", sorak papa Raihan dan ayah Ferdi. "Gan..", ayah Ferdi memanggil papi Afgan. "Iya, tunggu sebentar ya, sayang kamu masuk saja duluan ke rumahnya Ferdi, mau rapat dulu nih", kata papi Afgan. "Oke..", seru mami Titah. "Kang mas, kenapa ?", tanya kanjeng ibu. "Tidak kenapa-kenapa diajeng", jawab kanjeng romo. "Kenapa di ?", tanya papi Afgan. "Telepon komandan kita dong, cuman dia yang belum ada disini nih", jawab ayah Ferdi. "Oh iya tunggu sebentar, saya telepon dulu", kata papi Afgan. Papi Afgan pun menjauh dari papa Rizky, papa Raihan, dan ayah Ferdi untuk menelepon abi Rian. Lalu datanglah Siska yang lewat didepan rumah ayah Ferdi, kemudian papa Rizky, papa Raihan, dan ayah Ferdi menghampiri Siska, bunda Lesti yang mengetahui suami-suami mereka sedang menggoda Siska kembali, kecuali papi Afgan, langsung keluar rumah dan menyuruh bapak-bapak untuk masuk ke dalam rumah ayah Ferdi. Mami Titah juga keluar rumah ayah Ferdi untuk mencari papi Afgan yang rupanya tidak ikut menggoda Siska, karena papi Afgan sedang menelepon abi Rian. Masih di teras depan rumah ayah Ferdi.. "Permisi bapak-bapak", kata Siska. "Mari..", sambung papa Rizky. "Loh itu kan..", kata ayah Ferdi. "Siska..", sambung papa Raihan. "Siska, habis darimana sih ?", tanya papa Raihan. "Habis dari warung gado-gado nyak Romlah, bapak-bapak", jawab Siska. "Oh..", seru ayah Ferdi. "Kok sendirian saja, kenapa tidak w******p abang Rizky saja untuk menemani kamu ke warung gado-gado nya nyak Romlah ?", tanya papa Rizky. "Ha.., kakak Rizky Billar awas ya, hem..", kata bunda Lesti yang melihat papa Rizky bersama dengan Siska. "Tidak usah repot-repot pak Rizky, em saya permisi dulu ya", jawab Siska yang melihat bunda Lesti. "Loh kok buru-buru sih Siska ?", tanya ayah Ferdi. "Kakak Rizky Billar, oh bagus ya, tadi bilangnya ke dede mau rapat taunya malah godain Siska", kata bunda Lesti yang marah melihat papa Rizky menggoda Siska di depan rumah ayah Ferdi. "Anu yank anu..", kata papa Rizky yang sedang mencari alasan. "Teu aya saur anu, anu naon ha, anu naon, ayeuna asup ke dalam imah, aranjeun duaan oge asup atawa ajeng abdi nyarios Aurel jeung Dinda nya", kata bunda Lesti yang mengancam papa Rizky, ayah Ferdi, dan papa Raihan. "Han, hita bongot saja yuk kedalam jabu Ferdi sian di hamu dilaporkan ke pardijabu hamu, Dinda, oh olo lupahon togi Ferdi sekalian", kata papa Rizky yang mengajak papa Raihan untuk masuk kedalam rumah ayah Ferdi. "Olo ky, di yuk bongot kedalam jabu hamu", kata papa Raihan yang mengajak ayah Ferdi untuk masuk kedalam rumah ayah Ferdi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN