Episode13

1050 Kata

Suaranya rendah dan penuh penguasaan. Aku menatap matanya, lalu menunduk meneliti cincin itu—kilauan merah darahnya menantang, mewah, sangat berbeda dari cincin yang kemarin diinginkan Melisa, istrinya. Aku tahu nilai cincin ini enggak main-main—sederhana katanya, padahal rasanya seperti punya dunia. “Yang kemarin memang nggak cocok. Kamu lebih cocok ini,” katanya lagi, nadanya dingin tapi tajam, seolah menegaskan siapa yang benar-benar dia pilih. Aku mengangguk. "Maaf kemarin, aku cuma gak suka kamu pakai cincin yang bukan dari aku." Ucapnya terdengar bersalah. Aku tersenyum nakal, memamerkan cincinnya ke arah Liam tanpa malu-malu. Aku tidak berkata apa-apa—lebih memilih menarik wajah Mas Gilang dan menciumnya di depan sopirnya, bibirku haus, penuh kebanggaan yang liar. Biarlah duni

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN