“Ayo Abang!” Raya menarik tangan Mikha yang terlihat ogah-ogahan. “Mau ngapain sih kita ke sini?” tanya Mikha lagi. “Ih gimana sih, ‘kan aku udah bilang mau beli baju buat meeting besok. Kita ketemu CEO perusahaan besar loh,” ujar Raya kembali menarik tangan Mikha agar berjalan sedikit lebih cepat. “Kamu gak nanya-nanya dulu ke aku kalau mau ketemu mereka. Aku ‘kan gak mau masuk TV atau dikenal orang,” protes Mikha. “Ya udah, terus sekarang mau pulang aja?” Raya terlihat mulai kesal. Mikha kini salah tingkah, dia tahu dia sudah membuat Raya kesal dan wanita ini susah untuk dibujuk. “Gak gitu.” Mikha menarik nafasnya panjang mencoba untuk berpikir jernih. “Kamu ‘kan tahu aku tuh malu buat jadi pusat perhatian, malah mau jadiin artis.” Mikha meraih tangan Raya. “Ya sudah, gak usah k

