Mikha terlihat semakin panik saat dia melihat banyak mobil polisi di sekitar area perumahan Raya. Mikha menelan salivanya, nafasnya terasa sangat berat bahkan mungkin bisa dibilang dia menahan nafasnya sekarang. Jantungnya berdebar sangat cepat membuat keringat dingin menetes dari dahinya dan juga seluruh tubuhnya. Mulut Mikha sedikit terbuka, matanya mencari di sepanjang penglihatannya, berdoa agar dia bisa melihat sosok Raya. Kakinya melangkah dengan cepat mendekati rumah Raya, perlahan-lahan Mikha seperti berlari. Apalagi saat dia melihat garis polisi telah terbentang di depan rumah Raya. Mikha berjalan mendekat ke arah rumah Raya dengan langkah gontai, air matanya sudah menggenang di pelupuk matanya. “Pak! Mohon jangan mendekati TKP!” seru salah seorang polisi. Mikha mendengar uca

