Mikha menemani Raya yang menangis, dia tidak bicara apa pun dan hanya membiarkan Raya mengeluarkan emosinya yang Mikha tahu pasti sudah terpendam sejak lama. Pintu kamar Mikha terbuka dan Ibu terlihat di depan pintu. Melihat anak dan juga pacar anaknya sedang tiduran sambil berpelukan di atas kasur membuat Ibu siap untuk mengomel namun Mikha memberi kode untuk Ibu agar tidak bicara apa-apa. Ibu yang heran akhirnya menurut. “Pintunya dibiarkan terbuka,” ucap Ibu dengan suara pelan. Mikha mengangkat jempolnya sehingga Ibu akhirnya mundur dan kembali pergi ke kamar. Sementara Mikha masih menemani Raya yang masih menangis dalam pelukannya. Tidak ada kata yang terucap dari Raya, membuat Mikha tahu bahwa luka itu sangat besar dan rasa sakit itu pasti sangat menyiksa Raya. Luka yang dibuat ole

