45. Papa

1540 Kata

“Siapa yang nelpon?” tanya Mikha saat Raya kembali dari menerima telepon diluar. “Polisi,” jawab Raya. Dia ikut bergabung dengan Mikha di sofa, keduanya masih berada di rumah Mikha. “Ada apa?” tanya Mikha lagi. “Perampok yang kemarin sudah tertangkap dan rumah aku juga udah selesai di periksa,” jelas Raya. “Syukurlah.” Mikha mengganti saluran TV “Kamu memangnya masih mau pulang ke rumah?” tanya Mikha lagi. “Aku gak tahu juga,” jawab Raya sambil kembali masuk ke dalam pelukan Mikha. “Mendingan rumah kamu jual, kita bisa beli rumah lagi. Di daerah yang lebih aman,” usul Mikha. Raya menggeleng, “Itu rumah pertamaku yang aku beli dengan uangku sendiri. Sayang kalau mau dijual.” “Kalau begitu, saat kita menikah nanti, kita akan tinggal di sana?” tanya Mikha. “Menikah ya?” Raya terseny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN