“Kok gak ada?” Mikha terlihat panik mengacak-acak isi dari laci dashboard mobilnya. “Apanya yang gak ada?” Raya kebingungan melihat Mikha yang panik. Mikha menelan salivanya lalu menatap Raya, “Tabungan aku.” “Tabungan? Ngapain tabungan kamu taruh di laci mobil?” tanya Raya. Mikha terlihat bingung setelahnya, dia terdiam untuk beberapa saat. “Mikha!” panggil Raya untuk menyadarkan kekasihnya itu. Mikha tidak menjawab, dia masih terlihat bingung. “Aku aja yang nyetir! Kita cari nanti kalau sudah sampai,” ujar Raya. Dia lalu keluar dan bertukar tempat duduk dengan Mikha lalu mulai menjalankan mobil menuju rumah Mikha. Sesekali Raya melirik ke arah Mikha yang memijit dahinya dan mendesah kasar. Raya baru kali ini melihat Mikha yang terlihat panik, biasanya lelaki itu terlihat sangat

