Aku cemburu? Entahlah. Itu terdengar aneh di telingaku. "Grazie, Alan, Tiara. Yakin tidak mau mampir dulu? Maksudku, Rio tidak akan keberatan jika kalian main dulu di dalam," ucapku setelah turun dari mobil Alano dan berdiri di samping kaca jendela mobilnya. Alano tampak ragu sejenak, kemudian menatap raut adiknya melalui kaca spion di atasnya. Tiara menggeleng sambil tersenyum. "Ah, sebaiknya tidak dulu untuk hari ini. Kapan-kapan saja. Kami masih harus membeli beberapa barang lagi untuk keperluan Tiara," kata Alano. Aku mengangguk paham. "Baiklah kalau begitu. Maaf telah merepotkan kalian. Grazie." Alano dan Tiara mengacungkan satu jempol, kemudian melajukan mobilnya. Aku menghela napas saat melihat mobil mereka sudah menghilang dari pandanganku. Lalu, melangkah masuk ke rumah Rio.

