"Kak.. Sudah aku bilang aku tidak suka dengannya." "Aku tidak percaya dengan ucapan kamu. Awas saja sampai kalian pacaran, ya." ancam Adrian, menunjuk wajah Raisya dengan jari telunjuknya. Raisya memutar matanya malas. "Terserah kakak gimana. Udah, aku mau tidur." ucap Raisya bangkit lagi dari duduknya. "Kamu beneran tidak mau tahu siapa wanita yang dekat dengannya?" tanya Adrian mengeraskan suaranya. "Enggak! Aku tidak perduli. Terserah dia mau dekat dengan siapa saja. Aku tidak perduli. Lagian aku bukan siapa-siapa dia." ucap Raisya, sembari melangkahkan kakinya berjalan beberapa langkah ke depan. Langkahnya terhenti saat mengingat sesuatu. Raisya menoleh, menatap ke arah kakaknya. Terlihat jelas wajah Adrian sedikit mengejek dan tidak percaya dengan apa yang dia katakan. Senyum

