Adrian melirik ke arah adiknya. Dia sibuk dengan tv di depannya. Kebiasaan dia selalu lihat drama percintaan. Padahal kekasih saja tidak punya. Dan ujung-ujungnya kebawa perasaan. Nangis, senyum-senyum sendiri. Gak jelas. Kata Adrian. "Punya adik kesukaannya halu trus melihat wajah tampan laki-laki di tv." sindir Adrian. "Biarin, lagian mereka memang tampan. Jika aku jadi pacar salah satu dari mereka. Aku pasti sangat senang. Dan, tidak akan cari om-om bujang lapuk seperti kakak." balik sindir Raisya. Adrian hanya diam menghela napasnya kesal. Sementara Raisya, dia tertawa terbahak-bahak melihat drama di tv-nya. Wajah tawanya itu berubah dalam hitungan detik. "Mulai lebay dia." gumam lirih Adrian. Dia menggelengkan kepalanya. Melihat tingkah Raisya yang sedari tadi terus saja heb

