"Oh, ya. Nama kamu siapa? Tante tadi belum tanya nama kamu." tanya Nyonya Maurent. Terlihat jelas dari wajahnya. Dia sangat mencintai anaknya. Hingga ingin yang terbaik untuk anaknya. Dari cara melihat Raisya. Dia seakan nyaman dengannya. Dan merasa cocok bagi anaknya. Meski belum tahu siapa sebenarnya dia. Dan berasal dari keluarga mana dia. Bagi nyonya Maurent semuanya tidak masalah. Anaknya sudah kaya. Dan tidak perlu wanita yang berkarir. "Saya Raisya tante!" jawab Raisya antusias. Dia seakan sudah mulai terbiasa. Sesekali Raisya menatap ke samping. Melihat Arga belum juga keluar dari kamar mandi. "Emm.. Raisya.. Kerja dimana? Atau masih kuliah?" Nyonya Maurent terus mengintrogasinya. Ke dua mata Raisya menatap ke arah Mama Arga. Mengerjapkan matanya berkali-kali. "Kerja?" "Emm.

