POV Kemuning. Aku merasa sangat marah ketika Bang Rindang seperti menyesali pernikahannya dengan aku hanya karena sudah mengetahui kalau aku ini adalah wanita yang dicintai oleh Hamid. Padahal menurutku, dia tidak boleh bersikap seperti itu. Aku adalah istrinya. Jadi bagaimana mana laluku, itu tidak akan menghalanginya untuk memiliku. Tapi sikapnya sekarang seolah menunjukkan sebuah kelemahannya. Hamid biarlah Hamid. Dan aku bagaimanpun adalah istrinya. Dan dengan sok bijaksananya dia mengatakan kalau saat ini dia merasa menjadi orang yang serba salah, tidak nyaman dengan keadaan ini. Mau sampai kapan? Semua sudah terlanjur terjadi. "Ayo, kita tidur lagi, Muning!" Bang Rindang berbalik. Tapi aku sedikitpun tidak ingin mengikuti langkah kakinya. Marah? Ya aku memang marah diperlakukan se

