POV Rindang "Entahlah. Tapi aku memang merasa takut. Jadi, lebih baik kita tidur saja sekarang." Jawabku. Kutarik tangan Kemuning menuju tempat tidur. Dan kubaringkan tubuhku di atas tempat yang empuk itu. Kemuning dengan wajah bingung, melakukan apa yang aku lakukan, yaitu membaringkan tubuh di atas tempat tidur. Selanjutnya, aku tarik selimut yang halus dan hangat sehingga menyelimuti tubuh kami berdua. Karena tempat tidur ini tidak besar, kamipun berbaring dengan bersentuhan lengan. Mata kami yang masih terbuka sama-sama menatap pada langit-langit kamar dalam diam. Aku masih bingung mengatasi perasaanku yang berkecamuk dengan rasa bersalah dan penyesalan. "Bang!" suara lembut Kemuning memecah kesunyian. Aku pun menoleh. "Ya." "Abang tidak mau memeluk dan menciumku seperti yang sel

