Bab 70

1106 Kata

Suara detak monitor memenuhi ruangan bersalin. Alena terbaring dengan tubuh basah oleh keringat, wajahnya pucat setengah mati. Suster berkali-kali mengelap keringat di dahinya, sementara dokter terus memeriksa bukaan yang tak kunjung bertambah. “Bu Alena, bukaan masih di angka dua,” ucap dokter dengan nada cemas namun tetap berusaha tenang. “Sudah satu jam lebih sejak induksi kita berikan. Bayinya aktif, tapi posisinya tidak turun, justru bergerak ke atas.” Alena memejamkan mata, menahan sakit yang menusuk ulu hatinya. “Dok … saya mau … nunggu Mas Tristan. Tolong … tunggu sebentar lagi …” suaranya gemetar. Dokter menggeleng dengan lembut, menatap Alena penuh empati. “Kalau kita tunggu terlalu lama, risikonya besar, Bu. Untuk Anda dan bayi.” Alena mencengkeram selimutnya, napasnya ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN