Drrtt drrtt Telepon di tangan Bi Sumi bergetar. Di layar tertera nomor tak dikenal. Wanita itu pun mengangkat panggilan di ponsel milik sang majikan yang saat ini dia pegang karena habis menghubungi majikan lelakinya yang tak kunjung diangkat. "Ibu, mohon tenang … kami dari kepolisian. Apa benar ini keluarga Tuan Tristan Pradipta?" Bi Sumi mengangguk, meskipun dia tahu, orang yang disana tak tahu. "Iya, Pak. Ada apa, ya?" tanya Bi sumi dengan perasaan yang sudah galau tak menentu. "Sebelumnya, kami turut berduka. Tuan Tristan mengalami kecelakaan dan … saat ini, beliau dinyatakan meninggal dunia. Jenazah sedang dibersihkan dan kebetulan berada di rumah sakit yang sama dengan tempat Nyonya dirawat." Telepon itu terjatuh ke lantai. "Brak!" Bi Sumi terduduk di kursi, kedua tangannya be

