"Nanti ngga bisa pulang bareng. Gue ada latihan band, ngga apa-apa kan?" "Iya ngga apa-apa." Nasya menjawab seadanya. Nasya masih memikirkan kejadian kemarin, saat orang-orang menyebut dirinya sebagai seorang PHO dan kata-kata yang menyakitkan lainnya. Tentu saja Nasya belum menceritakan hal ini kepada Sakha. Entah mengapa, Nasya tidak berani menceritakan kejadian kemarin kepada Sakha. Sakha melihat wajah Nasya yang terlihat tidak cerah seperti biasanya tentu saja bertanya-tanya. "Kenapa, sih?" Nasya menoleh kapada Sakha yang kini berjalan di sampingnya, Nasya tersenyum dan hanya menggeleng sebagai jawaban. "Lo marah karena gue ngga bisa nganter lo pulang nanti? Sya, gue harus latihan sama anak-anak buat acara pensi nanti. Iya sih, acaranya memang masih lama, tapi gue harus latihan

