
Lucas Dirganta, siapa sih yang tidak mengenal cowok itu bahkan seantero SMA rasa-rasanya tahu siapa dia. Tak ada yang berani melawan cowok itu, jikapun ada sudah dipastikan orang itu hanya cari mati.
Brengsek, adalah moto hidupnya. Jangan lupakan kelicikannya juga. Apapun yang Lucas inginkan harus menjadi milkinya dan apapun yang Lucas khendaki maka tak seorangpun yang boleh mengelak dari titahnya.
Termasuk menjadikan cewek bernama Alana sebagai obyek mainannya. Itu yang orang lain tahu!
Karena sebenarnya, Lucas Dirgantara lebih dari sekedar yang orang lain lihat dan tahu.

Alana menunggu jemputan yang belum tiba, padahal tadi sang ayah sudah berkata on the way. Alana yakin, pasti itu hanyalah kalimat penenang saja. Ponsel Alana bergetar lalu ia menekan tombol berwarna hijau. “Al, lo masih di sekolah atau udah pulang?” tanya Julian, sahabat Alana yang sering dipanggil June. "Masih di sekolah. Mau jemput lo?” "Idih, ogah banget gue," ujar June. "Lah, terus kenapa, Bambang?" Di seberang sana June menyengir. “Tolong ambilin tupperware gue di kolong meja, dong. Gue tadi lupa bawa, ntar kalau hilang Emak gue auto nyoret nama gue di kartu keluarga. Ambilin ya, Cantik.” "Alah, jijik gue." “Ih, Alana mah gitu. Ayolah ambilin, lo nggak kasihan apa sama gue?” ucapnya memelas. ` Alana menghela napas lelah. “Ya udah, iya.”
