Alana tidak tahu harus bagaimana selanjutnya sampai dia berjongkok di tempat sembari menutup wajah dengan kedua tangannya. "Bego banget, sih?" rutuknya pada diri sendiri. "Gak usah kayak orang bego, kita masih bisa balik," kata Lucas tiba-tiba. Alana mendongak menatap wajah Lucas. "Gimana caranya? Kita udah ketinggalan." "Ada teknologi namanya handphone," sahut Lucas dingin sembari mengeluarkan ponsel dari dalam saku celananya. Alana antusias, tentu saja. Setidaknya ada alat komunikasi. "Cepetan telpon Sandra," desak Alana tak sabaran. "Sabar." Lucas benda tersebut ke telinga, menunggu Sandra mengangkat. Sedangkan, Alana menunggu dengan penuh harap. "Halo." "San, ini gimana, sih? Kok aku ditinggalin?" tanya Lucas menuntut penjelasan. "Kan tad

