Pagi ini Alana berangkat sekolah dengan menggunakan angkutan umin karena Erik belum pulang. Ketika angkot berhenti di depan gerbang SMA, ternyata bukan hanya Alana saja yang ingin turun, ada beberapa orang yang Alana kenal turun dari angkot. Namun, fokus Alana terpatri pada salah satu cewek yang secara terang-terangan menatapnya intens. Alana bergidik ngeri, setelah memberi ongkos pada supir angkot, ia melangkah memasuki area gedung. "Eh, Kamu!" Panggilan seseorang dari belakang membuat Alana menoleh. Ternyata yang memanggilnya cewek tadi. "Kenapa?" tanya Alana risih. Cewek itu mendekat lalu tersenyum. "Boleh minta tolong gak?" tanyanya dengan binar lucu di kedua bola matanya. Alana menahan napas mencoba positif thinking. "Tergantung," ujar Alana setelah membu

