Ari sedikit bingung dengan perubahan sikap wanita di depannya ini, tetapi saat ini dia juga sedang mencari pekerjaan, apa salahnya jika ia memperlihatkan kemampuannya.
"baiklah, mohon nona menunggu di dalam mobil, apalagi saat ini cuaca sudah mulai panas" kata Ari sambil memunculkan senyum yang sedikit terpaksa itu,
"tidak, tidak perlu, aku bisa menunggu di sini sambil melihat kamu bekerja" jawab Jumi dengan senyum yang terlihat puasa.
Ari tidak dapat berbuat apa-apa, dia hanya memulai pekerjaannya dengan hati-hati, tidak butuh waktu lama Ari sudah menyelesaikan pekerjaannya, mobil itu sudah bisa di hidupkan lagi,
" terima kasih banyak mas, oh iya, aku Jumi Surya ningrat, biasa di panggil Jumi, jika kamu berkenan malam ini bisa ke rumah saya, kalau boleh tahu nama mas siapa? tinggal dan bekerja di mana dan berapa biaya yang harus saya bayar?" kata Jumi dengan berbagai pertanyaan,
Ari hanya tersenyum sambil menjawab, " nama saya Aria Saputra tapi panggil saja Ari, saya dari kampung datang ke kota untuk mencari pekerjaan, dan juga saat ini saya... masih belum dapat pekerjaan", Ari sedikit canggung, maklum dia juga baru di kota itu tentu dia harus menjaga ucapannya,
mata Jumi seketika menjadi berbinar-binar dan juga terlihat senyum yang sangat khas,
" mas Ari pandai membawa mobil?" tanya Jumi, " jika pandai mas bisa datang ke kantor papa saya dan saya bisa menawarkan pekerjaan di sana sebagai supir saya atau sebagai asisten papa saya,tapi mohon maaf kalau boleh tahu mas Ari lulusan apa?" Jumi bertanya lagi,
"kalau bawa mobil saya bisa, tapi saat ini saya baru di kota ini dan juga saya hanya lulusan SMA," jawab Ari,
" oh, baiklah mas Ari, kamu bisa kekantor papa saya, nanti saya akan meminta papa saya untuk mempekerjakan mas Ari sebagai sopir saya, apa mas Ari tidak keberatan?" kata Jumi,
" benarkah? jika begitu aku akan sangat senang, hanya saja.. maaf ya, saya boleh pinjam uang? soalnya saya sudah tiga hari di kota ini dan saya juga tidak punya saudara di sini, saya harap nona Jumi mau meminjamkan saya sedikit uang untuk makan dan mencari kontrakan, jika nona Jumi bersedia saya akan mengembalikannya jika saya sudah bekerja" kata Ari dengan jujur.