bab 6

350 Kata
Ari, saat Ari memasuki kantor milik pak Surya itu, matanya sedikit gatal dengan kemewahan di sana, ada banyak barang-barang berharga di tempat itu, mungkin saja itu efek dari dirinya yang baru pertama kali menginjakkan kakinya di kota besar. " hey,kok bengong di sini sih, Ayuk masuk , naik keruangan aku" Jumi mengagetkan Ari, " oh, iya, aku hanya sedikit kagum di kantor ayahmu ini, di sini banyak barang-barang yang wah ya" kata Ari sambil berjalan mengikuti Jumi dari belakang, " ah biasa aja, mungkin karena kamu naru pertama datang kemari sehingga memberi kesan seperti itu, semua karyawan yang baru masuk juga sama seperti kamu kok," kata Jumi, orang-orang yang ada di kantor itu semuanya menyapa Jumi saat ia tiba, maklum anak bos, meski begitu orang-orang di sana juga tidak terlalu suka pada Jumi, mereka tidak suka dengan sikap Jumi yang kadang kekanak-kanakan, hari ini harus sopan pada semua karyawan itu karena ada Ari, jika tidak Jumi sangat malas jika harus ke kantor setiap hari dan mendapat sambutan yang banyak tetapi mengatai dirinya di belakang. " Ari, kamu sekarang telah di terima oleh ayahku menjadi sopir, untuk sementara, kamu harus menjaga penampilan jika masuk ke dalam,selain aku dan ayahku dan juga beberapa orang di sini, yang lain hanyalah para penjilat yang berusaha menghasilkan uang dan juga jabatan yang tinggi" kata Jumi saat mereka telah memasuki ruangan miliknya, Ari hanya mengangguk, tanda setuju, tetapi dia hanya kagum saja dengan ruangan itu, sangat lengkap, komputer ada buku-buku ada, Sofanya sangat besar, Ari hanya bergumam kemudian bertanya pada Jumi, " ruangan kamu kerja sangat besar, barang-barangnya juga lengkap,aku berharap besok-besok bisa bekerja menjadi salah satu karyawan di sini jika aku sudah melanjutkan kuliah dan menjadi pebisnis yang bisa menghasilkan uang " kata ari. sekilas Jumi ragu,tetapi dia harus menerima ini, dia tidak mungkin terus-menerus menahan Ari di tempatnya dan hanya menjadi sopirnya seumur hidup. " kamu harus berubah agar bisa mencapai tujuan, ingat ! hidup di kota besar tidak mudah, harus mampu menahan panas dan dingin di musim semi" kata Jumi, tetapi dia tidak tahu apakah Ari akan mengerti dengan kata-kata yang ia berikan?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN