Mentari terbangun dari tidurnya, dia menoleh ke samping Benji masih terlelap. Wajarlah karena Benji mungkin kurang tidur beberapa hari ini, atau mungkin sama sekali tidak tidur. Mentari menyipit kan matanya kala melihat tangan Benji, apa dia nggak salah lihat seperti ada darah di tangan Benji. "Beneran darah" ucapnya pelan. Mentari meraih tangan Benji ternyata memang ada darah yang sudah mengering. Banyak luka di punggung tangan pria itu, seperti habis memukul sesuatu yang tajam. Mentari segera turun dari ranjang dan mencari kotak P3K, sekalian mengambil air hangat dan lap kecil untuk membersih kan tangan Benji. Mentari kembali dengan membawa baskom dan peralatan lainya. Dia meraih tangan Benji dengan pelan agar tidak membangunkan pria itu. Mentari mengobati luka itu dengan telat

