Pukul sebelas siang Rehan sudah ada di sebuah restoran yang sudah dipesan oleh kedua orang tuanya. Rencananya siang ini, pria itu akan bertemu dengan Renata-wanita yang hendak dijodohkan dengannya. Kedua orang tuanya sepakat untuk menjodohkan putranya dengan anak dari sahabat dekat Sony. Hal itu semata dilakukan agar Rehan bisa berubah menjadi pria yang bertanggung jawab dan bisa berkomitmen. “Jadi, pesanannya es teh manis saja ya, Pak?” “Iya, Mbak.” Setelah sang pelayan pergi, Rehan mengedarkan pandangannya ke setiap sudut restoran. Pandangannya terhenti pada satu titik, di mana matanya menangkap sosok yang rasanya tidak asing baginya. Sontak pria itu melangkahkan kakinya mendekat ke arah Nathan yang sedang memeluk tubuh wanita yang juga tidak asing baginya tepat di depan pintu masuk

