Natalie membuka mata dengan keringat yang membasahi hampir seluruh tubuhnya. Ternyata apa yang dialaminya barusan hanya sekedar mimpi buruk saja. Namun di detik berikutnya Natalie menyadari kalau dirinya tidak sedang berada di rumah, melainkan ada di rumah sakit. “Astaga, kenapa aku bisa pingsan? Dan siapa yang bawa aku ke sini?” monolog Natalie sambil memegangi kepalanya yang masih terasa pusing serta beberapa bagian tubuhnya yang terasa nyeri. Entah kenapa tubuh Natalie semakin hari semakin tidak karuan saja, bahkan rasanya semakin bertambah parah. Bukan ingin menyepelekan tentang rasa sakit yang sedang dirasakan olehnya selama ini tapi memang wanita itu belum sempat saja. Selain itu, semua masih terasa baik-baik saja ketika sudah minum obat yang dibelinya di apotek. Namun, apa yang

