“Ikut pulang ke mana maksud kamu sih, Nat?” “Ya pulang ke rumah orang tua kamu atau mungkin kamu bisa tinggal sama aku atau sama nenek?” jelas Nathan. Natalie menggelengkan kepalanya, dengan tegas wanita itu menolak ajakan sepupunya. Rasanya pulang sama saja seperti mengakui kalau dirinya sudah gagal dan juga menyerah. “Tapi...” “Walau hasil tes lab belum keluar tapi aku yakin kalau aku ini sehat dan hanya kecapean aja,” potong Natalie sambil memegang lengan pria itu. “Jadi, please kamu enggak usah terlalu khawatir ya.” Walau kepalanya masih terasa pusing tapi sebisa mungkin sejak tadi Natalie berusaha agar tetap terlihat baik-baik saja. Kali ini Nathan tidak lagi memaksa wanita itu untuk kembali ke rumahnya lagi tapi jika memang hasil lab mengatakan hal yang berbanding terbalik deng

