Rasa Penasaran

1145 Kata

“Ratu, kamu ke ruangan saya sekarang,” titah Samuel dari balik telepon dengan sorot matanya menatap ke arah luar jendela yang sudah ada sang sekretaris di sana. “Baik, Pak.” Dan tidak butuh waktu lama sekretarisnya tersebut sudah sampai di ruang kerjanya. Pria itu langsung menunjukkan seringainya. “Malam ini saya mau kamu datang ke rumah saya untuk menemani saya.“ “Maaf Pak tapi saja tidak bisa datang jika tidak berhubungan dengan pekerjaan,” tolak Ratu sambil menatap wajah pria yang masuk duduk di kursi kebesarannya. “Jadi sekarang kamu menolak ajakan dari saya?” “Iya Pak, mulai hari ini saya tidak ingin lagi ada hubungan apapun dengan Bapaka di luar jam kerja karena saya sebentar lagi saya akan menikah dengan Rehan.” Ratu berharap penjelasannya mampu membuat pria itu mengerti dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN