Selalu Ada Harapan

1157 Kata

“Oh, jadi kamu masih ada di sini? Aku kira kamu langsung pulang setelah semalam....” Ratu enggan melanjutkan ucapannya yang akan terasa getir dan mungkin saja akan membuat pria yang sedang melamun itu kasihan kepadanya. Rehan menoleh ke arah wanita itu yang sempat memberikan sorot mata yang tajam ke arahnya. Pria itu menelan salivanya, ada perasaan bersalah tentang apa yang sudah dilakukannya semalam. Pria itu bangkit dan menghampiri Ratu yang sedang membuat secangkir teh, spontan Rehan langsung memeluk tubuh wanita itu dari belakang. Ratu mendesis dengan tangannya yang berusaha melepaskan diri dari pria itu. Hatinya sudah kadung sakit dengan semua perilaku pria itu dan puncaknya adalah semalam ketika dirinya di perlakukan seperti jalang sekaligus binatang. “Kamu ini mau apa lagi sih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN