Bab 31 - Nama Belakang Setelah acara lamaran di tengah-tengah dapur apartemen yang cukup temaram, gue dan Nolan pun segera memulai acara makan malam di atas meja makan. Karena perutnya Nolan yang tiba-tiba saja berbunyi, sehingga harus menghentikan ‘perayaan kecil’ yang sempat kami lakukan setelah acara lamaran tadi. Gue masih ingat dengan jelas bagaimana dia yang menggeram kesal, dan langsung melepaskan diri sembari mengusap perutnya yang sudah kelaparan. Setelah itu, dia pun bergerak cepat untuk menyalakan lampu utama ruangan. Sampai suasana di dapur itu pun jadi berubah terang benderang. Sebenarnya gue mau langsung tertawa begitu melihat ekspresi wajahnya, tapi gue merasa enggak enak dan waktunya memang kurang tepat. Alhasil, gue pun cuma bisa menahan tawa di tempat tanpa berniat u

