“Atau ...,” Gue kontan menjauhkan kepala saat dia tersenyum usil sembari mendekatkan wajahnya secara tiba-tiba. Gue enggak mau lagi dikecup sama dia kayak kejadian yang dulu sempat terjadi di depan rumah. “ ... mau kamu simpen aja kartunya? Aku sih enggak akan merasa keberatan.” Sialan*! Apa maksudnya barusan?! . . . Bab 30 - Tak Terlupakan Gue cuma bisa mencibir pelan, dan langsung melepaskan tangan gue dari rangkulannya Nolan. Tak lupa, gue juga segera memberikan jarak dengan cara menggeser tubuh gue ke arah samping kanan. “Ngapain nyimpen kartu akses lift? Enggak ada gunanya. Mending nyimpen duit, atau emas batangan sekalian.” Nolan malah terkekeh geli karena ucapan yang meluncur dari bibir gue barusan. “Siapa tahu besok-besok kamu mau mampir lagi ke sini, Re. Kan kamu belum per

