48. Jangan Temui Lagi

1755 Kata

Elio duduk seorang diri di sofa ruang depan. Mata dengan kantung bengkak dan menghitam masih memandang ke arah ponsel. Ada harapan jika saja Sascha berkenan menjawab panggilannya. Sayangnya, tidak. Kehilangan Sascha dan tidak tahu dimana dia berada memang sesuatu yang sangat menyakitkan. Namun, ketika Elio tahu dimana dia berada, ponsel Sascha selalu aktif, tapi justru sengaja untuk tidak memberikan kabar sama sekali, ternyata rasanya jauh lebih menyakitkan. Tetes terakhir dari segelas Limoncello sudah habis Elio tenggak. Ingin rasanya menyambar botol lain dengan kadar yang lebih kuat. Namun, jangan. Sebentar lagi, Nick akan datang. Elio tidak mungkin menemuinya dalam keadaan mabuk. "Mr. Schneider sudah landing," ucap seorang lelaki yang baru datang dari arah pintu. "Ok. Buka gerbang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN