47. Jakarta

1940 Kata

Kulit putih Sascha seketika memerah begitu terpapar teriknya matahari sore ini. Bagi seseorang yang terbiasa hidup di negara empat musim, tempat ini memang terlalu panas. Setelah sekian lama mengudara, akhirnya kedua kaki Sascha menapak tanah Indonesia. Lebih tepatnya, Jakarta. Begitu landing, Sascha langsung menuju sebuah mobil yang sudah siap di depan lobby. Dia harus melanjutkan perjalanan sekitar satu jam untuk bisa sampai di sebuah mansion peninggalan Peter Schneider. Selama berada di Jakarta, keluarga mereka memang selalu menempati rumah besar satu itu. Hampir mirip seperti mansion milik Nick yang berada di Hamburg, bangunan ini juga mengusung tema Eropa klasik. Arsitekturnya megah dan halamannya sangat luas. Sascha tidak bisa tidak tersenyum ketika akhirnya melihat lagi tempat pul

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN