52. Pertemuan

1516 Kata

"Sascha," panggil Jenna ketika melihat anaknya berdiri di balik pintu suite room mereka. "Kok nggak masuk?" Sascha menoleh seraya sibuk mengeringkan jejak basah menggunakan punggung tangan. Tak lupa, Sascha juga memberikan sebuah senyum tipis pada Jenna. Baginya, lebih mudah berpura-pura baik-baik saja dibandingkan harus menjelaskan alasan mengapa dia menangis. "Nangis lagi?" Sascha tertawa hambar. Setelahnya, dia meraih sebuah kotak kecil berisi tablet obat yang semula Sascha simpan di saku celana. "Ini. Buruan diminum dulu." "Danke, Sha," jawab Jenna. Sejak tadi di perjalanan dari Napoli menuju Roma, Jenna mengeluh sakit perut. Beruntung, obat pribadinya selalu ada di dalam mobil. Namun, kebetulan Jenna lupa meninggalkannya di atas dashboard mobil. Kebetulan lagi, para pengawal seda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN