Bab 44. Tienpo

1488 Kata

“Tienpo apa cita-citamu?” seorang perempuan berambut panjang lebih sepinggang menanyai anak laki-laki semata wayangnya. Tangannya masih sibuk menumbuk beras untuk dijadikan tepung. Yang ditanyai terlihat berpikir sejenak. Di tangannya memegang sebuah mainan yang terbuat dari kayu. “Tienpo mau jadi kepercayaan raja, Bu.” Sang ibu pun terkekeh mendengar jawaban anaknya. “Apa kamu bisa?” Anak berusia 8 tahun itu tersenyum angkuh. “Bisa, dong.” “Kalau begitu kamu harus belajar, latihan bela diri.” “Tenang saja. Aku akan mengajarinya nanti. Atau bila perlu aku akan mencarikan guru untuknya.” Itu bukan jawaban Tienpo. Itu adalah jawabannya ayahnya yang saat itu baru pulang dari sungai mencari ikan untuk makan malam mereka. Anak yang dipanggil Tienpo berdiri, meraih wadah ikan ayahnya mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN