BAB 22

1169 Kata

   "Sana sih lo, jauh-jauh, sekalian nggak usah hidup. Muka dempul aja sok mantep, hama tau nggak lo?" Arda berucap ketus kepada perempuan yang masih setia duduk di hadapannya bertopang dagu sambil tersenyum manis.  Nayla namanya, sedari tadi Arda sudah mengusirnya mulai dari cara halus sampai secara kasar - dalam bentuk ucapan - seperti tadi. Tetapi tetap saja, gadis itu masih setia dengan senyum manisnya dan tetap mengikuti kemana pun Arda pergi.    "Nggak, sebelum lo mau bantuin gue kerjain tugas Fisika nanti pas istirahat kedua," jawabnya tenang.    Arda memijit pelipisnya pelan, ini anak memang susah di bilangin, padahal Arda sudah menolaknya mentah-mentah dari pagi tapi dia tetap kekeuh untuk memaksa Arda.    "Deadline besok, right?" tanya Arda.    "Yes, baby!"    "Kalo gue ngg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN